Oleh: bosangjay | Juni 24, 2008

Demo mahasiswa a la Prancis

Melihat ramainya berita mengenai demonstrasi mahasiswa di Indonesia untuk menentang kenaikan BBM, terutama yang dilakukan oleh para mahasiswa Unas, rasanya hati ini sedih. Pertanyaan saya, kalau mahasiswa saja demonstrasi seperti ini, kapan kita bisa berharap agar demo buruh akan berlangsung aman dan tentram. Mahasiswa yang notabene memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi (lebih terdidik) saja mudah terprovokasi, apalagi … ?

Prancis, manifestasi CNE

Dalam tulisan di blog ini saya ingin membandingkan dengan demo atau yang dalam bahasa prancisnya adalah manifestation yang dilakukan oleh para mahasiswa Prancis. Pada beberapa tahun yang lalu pemerintah prancis hendak mengeluarkan sebuah undang-undang yang memperbolehkan sebuah jenis kontrak kerja baru yang bernama CNE (Contrat Nouvelles Embuches, dalam bahasa Indonesianya Kontrak untuk para pekerja baru) yang ditentang oleh mahasiswa karena dianggap tidak menguntungkan bagi mereka. Karena dalam kontrak ini para pemberi kerja dapat memperpanjang masa percobaan lagi menjadi 2 tahun.

Prosesnya dimulai dari intern universitas terdahulu yaitu pembentukan opini, hal ini dilakukan dengan penyebaran selebaran-selebaran dan diskusi-diskusi kecil. Setelah opini terbentuk dan masa pun mendukung, merekap melakukan sidang umum, disini semua anggota mahasiswa boleh ikut dan berbicara. Diakhir acara biasanya ditanyakan : “Apakah kita setuju untuk manifestasi atau tidak ?”. Dan mulai pada saat itu secara “resmi” seluruh mahasiswa dari universitas tersebut bermanifestasi.

Untuk “memaksa” teman-teman yang lain untuk bermanifestasi, mahasiswa Prancis memiliki cara tersendiri. Yaitu blockage atau blokade. Biasanya opsi blokade ini sudah “disahkan” terlebih dahulu melalui sidang umum sebelumnya. Yang paling kasihan dalam blokade adalah para mahasiswa asing. Karena mereka yang tidak berkepentingan namun harus menanggung akibatnya. Tapi bon, tidak ada yang sempurna.

Dalam kasus CNE, isunya adalah nasional, sehingga yang ikut berdemo juga dari seluruh negri. Blokade Universitas pun terjadi dimana-mana, dari Paris, Toulouse, Marseille dan lain sebagainya. Selama blokade ini, para representasi mahasiswa pun berkumpul. Untuk menunjukan kekompakannya maka seorang juru bicara pun ditunjuk. Hal ini sangat penting karena melalui juru bicara bersama yang resmi inilah suara mahasiswa menjadi satu, memiliki bobot dimata masyarakat, press dan juga pemerintah.

Aksi mahasiswa tidak hanya berhenti sampai di blokade. Untuk menunjukkan bahwa mereka didukung oleh mayoritas mahasiswa maka mereka harus turun ke jalan dan bermanifestasi. Disini mereka sadar sepenuhnya kalau permintaan mereka akan benar-benar didengar kalau manifestasi yang akan dilakukan ini berhasil yaitu apabila diikuti oleh ribuan dan diseluruh negri. Maka dari itu, persiapan yang pun dilakukan sematang mungkin. Salah satu hal penting yang adalah penentuan hari “H”. Tanggal hari “H” tersebutpun disebarkan luaskan melalui press dan selalui diulang ulang sehingga orang-orang mengerti dan hapal betul.

Untuk menghindari penyusupan dan provokasi para mahasiswa ini mempersiapkan para korlap yang tugasnya mengawasi dari kanan kiri selama long march. Bahkan mereka pun meminta bantuan dari para ahli manifestasi yaitu para anggota serikat buruh. Hasilnya, cukup luar biasa. Demonstrasi cukup tertib (karena tetap saja ada pihak-pihak yang memang hendak mencari ribut dengan polisi, walapun tetap minoritas) dan diikuti oleh ribuan peserta. Bukan hanya di Paris namun serentak di beberapa kota lainnya. Manifestasi seperti ini bukan hanya sekali dan setiap manifestasi baru pesertanya pun bertambah.

Melihat gelombang manifestasi yang begitu besar, para politis pun tidak dapat tinggal diam. Pemerintah Villepin (perdana mentri pada saat itu) tidak berkutik. Walaupun bertekad untuk tidak mengubah kontrak CNE namun merasa tidak mampu untuk mengaplikasikannya. Akhirnya kompromi pun dilakukan, secara hukum kontrak CNE diterbitkan namun oleh presiden Chirac pelaksanannya tidak diperbolehkan (kontrak boongan :p). Perjuangan para mahasiswa pun berhasil.

Peran media disini sangatlah penting, selain untuk menyebarkan info juga digunakan untuk pencitraan gerakan para mahasiswa tersebut. Dari proses awal media ini sudah terlibat, didalam berita primetime (jam 8 malam) diperlihatkan proses sidang dibeberapa universitas. Sang juru bicara para mahasiswa sempat berbicara di televisi dengan cukup cerdas untuk menerangkan argumen teman-temannya. Alhasil masyarakat pun menjadi simpati dan mendukung aksi para mahasiswa.

Indonesia, demonstrasi BBM

Susah untuk menemukan satu suara diantara para mahasiswa itu sendiri. Ada yang menolak kenaikan BBM, ada yang menerima (walaupun tidak terang-terangan) dan yang paling banyak adalah tidak berpendapat. Press apalagi masyarakat tidak mampu menangkap sebuah bobot dalam demonstrasi para mahasiswa akhir-akhir ini.

Sedangkan untuk pencintraan, sepertinya masih banyak yang harus dipelajari. Gambar yang diperlihatkan dilayar kaca bukanlah proses yangdemokratis namun  anarkis seperti pembakaran ban, kemacetan dan yang paling parah pemukulan. Kemudian bukannya unjuk masa yang diikuti oleh ribuan mahasiswa tapi seperti gerombolan mahasiswa yang sporadis dan maju sendiri-sendiri.

Banyak yang mencoba mencari alasan untuk kekerasan-kekerasan yang dilakukan, bahwa ini adalah sebuah bentuk frustasi ‘mahasiswa’ karena suaranya yang tidak terdengar dan diperhatikan oleh pemerintah. Tapi apaka mereka lupa ? bagaimana pemerintah mau memperhatikan kalau dikalangan mahasiswa sendiri kegiatan mereka tidak diikuti.

Solusi yang ditawarkan oleh mahasiswa kesannya masih mentah. Hal-hal seperti : nasionalisasi perusahaan-perusahaan minyak, penolakan pembayaran hutang luar negri, penyitaan harta korupsi memang sepertinya menarik. Tetapi prosesnya dan waktu yang dibutuhkan tidaklah segampang membalik tangan, sedangkan harga BBM dunia terus naik. Bahkan untuk penyebaran ide-ide ini pun sepertinya macet. Press tidak memandang hal-hal ini secara serius. Dan apabila press sudah tidak menganggap apalagi pemerintah ?

Terakhir, bagi teman-teman mahasiswa apabila ingin suara anda didengar janganlah gunakan kekerasan namun tunjukkan kebersamaan kalian. Demo di 10 kota secara bersamaan tentu lebih berarti dari pada hanya di satu kota. Satukan suara kalian. Ingat angkatan 98 …

Bowie Brotosumpeno

Oleh: bosangjay | April 15, 2008

Brussels dan bayi kencing

Kenapa bayi kencing ? hal ini disebabkan oleh ikon kota Brussels yaitu Manneken pis, sebuah patung bayi terbuat dari tembaga yang sedang kencing. Saking terkenalnya sampai-sampai menjadi salah satu tempat kunjungan wajib bagi para turis. Bagaimana tidak ? hampir disemua toko souvenir, guide turis dan iklan-iklan kota brussels memajang photo sang bayi kencing ini. Tentu saja, saat aku berkunjung ke Brussels, tidak lupa aku menjenguk si bayi yang tak pernah berhenti kencing tersebut.

Sejarahnya, dahulu kala kota Brussels mempunyai masalah besar dengan sanitasinya. Terutama untuk masalah air bersih. Untuk menyampaikan protesnya para seniman membuat patung bayi kencing tersebut. Kemudian, walaupun Brussels sempat jatuh ke tangan orang asing tapi patung tetap dijaga dan dipertahankan oleh para penduduknya. Hingga akhirnya patung tersebut akhirnya hilang dicuri dan kemudian dihancurkan oleh pencurinya. Yang sekarang, berada di Brussels adalah replikanya.

Manneken-pis

Manneken pis

Di artikel ini, saya berbagi pengalaman saat mengunjungi patung tersebut. Kesan pertama yang saya dapat adalah : “kecil….”. Ukurannya memang kecil, seperti boneka bayi yang biasa ditemui di pasar, istri saya pun sempat berkomentar : “kirain lebih besar”. Rasanya mungkin seperti di tipu :p. Tapi hebatnya di tempat itu selalu saja ramai dikunjungi turis. Dan diantara para turis, turis asia yang paling banyak berfoto dengan bayi ini (maklum biasanya orang asia memang lebih narsis dari pada orang eropa). Tidak sampai 10 menit (lengkap dengan antri fotonya) kita pun sudah cukup puas mengunjungi bayi. Kalau dihitung-hitung lebih lama mencari patungnya ….

Baca Lanjutannya…

Oleh: bosangjay | April 11, 2008

Ola Barcelona

Ola artinya halo, halo barcelona, begitulah kata pertama saya pada saat mendarat di Barcelona. Kota Barcelona yang terletak di sebelah barat spanyol sempat saya kunjungi pada akhir tahun 2007 kemarin. Kota yang hangat baik karena cuacanya maupun oleh sambutan orang-orangnya. Berikut kunjungan saya dan istri selama tiga hari.

Sagrada Familia

Ola Barcelona

Turun di bandara udara Barcelona untuk mencapai pusat kota, kita naik kereta yang tersedia setiap setengah jam sekali antara Bandara dan Barcelona. Kereta ini akan berhenti di jantung kota Barcelona, tepatnya stasiun kereta Sants Estacio. Dari sini kita bisa kemana saja karena ditempat ini terdapat persimpangan dari beberapa jalur metro kota. Yang pertama dilakukan adalah membeli tiket metro. Harga tiket metro berbeda-beda menurut jumlah yang dibeli. Untuk satuannya adalah 1,30 € tapi untuk menghemat kita membeli tiket T10 yang bisa digunakan 10 kali dan berharga 7,20 € (hemat 5,80 € untuk 10 perjalanan). Dan bagusnya tiket ini bisa digunakan oleh lebih dari satu orang (dalam hal ini kita berdua). Dengan membeli peta dan T10 kami siap untuk jalan-jalan !

Baca Lanjutannya…

Oleh: bosangjay | April 8, 2008

Dan api itu pun padam di Paris

Berita-berita di TF1 (salah satu stasiun tv nasional di Prancis) pada tanggal 7 April 2008 kemarin, difokuskan kepada demonstrasi para pendukung tibet dan penegak ham pada saat pawai api olimpiade di Paris. Api yang seharusnya dibawa mengelilingi kota Paris harus terhenti. Kali ini para demonstran telah berhasil mengumpulkan orang dalam jumlah begitu besar. Lebih panas lagi, beberapa kali para demonstran juga melemparkan diri ketengah pawai. Adu fisik pun terlihat beberapa kali antara petugas dan demonstran.

Demonstrasi kali ini memang terasa luar biasa. Bendera hitam bergambarkan 5 lingkaran borgol terbentang dimana-mana. Para petugas pun tak kuasa untuk melarang aksi aksi pengibaran diluar batas kewajaran. Seperti di menara Eiffel, Notre Dame de Paris. Tidak mau kalah para anggota assemblée national (seperti perwakilan rakyat) juga turut berdiri di atas pagar untuk berdemonstrasi.

Disisi lain, terdapat juga orang-orang china yang mengadakan demonstrasi tandingan. Terlihat mereka membawa bendera merah berbintang kuning dan mengelu-elukan negeri China. Saling provokasi pun tak terelakan. Walau begitu keadaan masih tetap terkendali.

Yang menjadi korban tentu saja para atlit pembawa obor. Disatu sisi mereka merasa bangga karena membawa api perdamaian tapi disisi lain teriakan huuuu dan ejekan menyambut mereka. Sebuah kisah unik sempat terjadi. Seorang pelari membawa gelang bertuliskan tibet untuk menyampaikan protesnya. Tapi tiba-tiba saja, sebuah keributan terjadi dan zut gelang itu hilang diambil oleh para petugas china yang berlari .

Demonstrasi pun makin besar, para organisator merasa semakin frustasi. Dan tampaknya organisator dari pihak china sudah tidak sabar lagi. Pada saat David Douillet sang judoka peraih medali emas hendak memberikan apinya. Para petugas bertindak cepat, tanpa basa basi api pun dipadamkan dan acarapun terhenti. Api itu telah padam di Paris.

Bowie Brotosumpeno

Oleh: bosangjay | April 8, 2008

Mengapa Luna Maya ?

Sewaktu membaca kalau Luna Maya terpilih sebagai juara dari kandidat-kandidat pembawa obor di Olimpiade Beijing pada tahun 2008 ini, aku cuma geleng-geleng. Untuk sebuah even olah raga terbesar di dunia yaitu Olimpiade, ternyata bangsa kita masih lebih memilih seorang artis dari pada seorang atlit. Wah, tapi mungkin nggak salah juga ya, karena memang sekarang artis lagi naik daun. Setelah Rano Karno jadi wakil bupati tanggerang, artis juga berhak dong ikutan acara olah raga.

Lebih ajaib lagi adalah proses pemilihannya, biar dibilang demokratis maka sistemnya pun program pemilihan online “Pengalaman Sekali Seumur Hidup” yang digelar PT Samsung Electronic Indonesia (PT SEIN). Disini kelihatan sekali kuatnya peran sponsor. Denger denger bahkan direkturnya pun ikutan bawa obor. Karena penasaran aku coba deh http://www.samsung.com/id/olympic (tapi sayang halamannya sudah nggak ada). Tapi bisa ditebak, dengan menggunakan domain samsung.com yang kayak begini sebetulnya adalah iklan gratisan.

Dua hal yang coba saya tarik sebagai kesimpulan, atlit atlit Indonesia nggak ada yang populer, orang juga jadi nggak tahu harus memilih yang mana. Mungkin karena prestasi yang jeblok, orang memilih melihat artis berolah raga dari pada atlit berolahraga. Yang enggak mengenakan, yaitu posisi Indonesia sendiri yang terlihat sangat tergantung dari mau sponsor.

Terakhir karena nggak pernah nemu tulisan yang mempertanyakan hal ini, apa cuma aku aja yang berpikiran seperti ini ?

Bowie Brotosumpeno

Tulisan Sebelumnya »

Kategori